Tampilkan postingan dengan label Sejarah Sulawesi Tenggara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Sulawesi Tenggara. Tampilkan semua postingan

ASAL USUL PENGHUNI PERTAMA DAERAH KENDARI DAN DARATAN SULAWESI TENGGARA

Posted by Lucken Balepex Selasa, 01 Oktober 2013 3 komentar
                 Mengenai asal usul penghuni pertama daratan Sulawesi Tenggara, antara lain telah di singgung oleh peneliti-peneliti sebelum ini. Bertin Lakebo dalam penelitiannya (1977-1978) menyinggung bahwa wilayah ini pernah dihuni oleh penduduk asli yang dikenal sebagai To Laiwoi atau Tokea.
                Karakteristik penduduk asli ini ialah : mereka tinggal di gua-gua dan hidup dari umbi-umbian dan binatang hasil buruan (Lakebo, 1977 : 20). Sekiranya apa yang diungkapkan oleh Lakebo ini benar, mungkin saja To Laiwoi atau Tokea ini telah di bandingkan oleh orang Toala yang menghuni gua-gua batu Sulawesi Selatan. Dengan kata lain bahwa To Laiwoi atau Tokea ini dapat ditempatkan dalam lapisan budaya masa berburu dan mengumpul makanan dan tingkat lanjut, atau zaman mesolitik. Namun demikian, pernyataan ini masih memerlukan data arkeologi yang memadai.
                Abdurauftarimana Tarimana adalah salah seorang antropolog didaerah ini, dalam kajiannya mengenai kebudayaan Tolaki (1985) melihat asal usul orang Tolaki ( masyarakat yang mendiami sebagian besar daratn Sulawesi Tenggara), dengan melihat cerita rakyat yang berkembang di daerah ini (Oheo. Pasa”eno, Wekoila dan Onggabo) (dilihat Tarimana 1985 : 331-345)
                Dari hasil analisa yang telah dilakukan terhadap cerita rakyat tersebut, Tarimana menduga bahwa orang Tolaki itu dating kewilayah daratan Sulawesi Tenggara ini dari utara dan timur. Mungkin mereka yang dating dari utara itu berasal dari Tiongkok Selatan yang melalui Filipina Kepulauan Mindanao, Sulawesi Utara, Halmahera, dan Sulawesi bagian Timur, terus memasuki muara Lasolo atau Sungai Konawe’eha dan akhirnya memilih lokasi pemukiman pertama dihulu sungai itu ( Tarimana, 1985:51).
                Tinjauan lain mengenai asal usul orang Tolaki, dapat juga dilihat melalui cirri antropologisnya. Hal ini sesuai dengan yang telah dipaparkan oleh Rustam E. Tamburaka dalam Profil Kerpendudukan dan Keluarga Bencana Propinsi Sulawesi Tenggara ( 1989 : 5 ) sebagai berikut :
                Dilihat dari ciri-ciri antropologisnya baik cepalixindeks, mata, rambut maupun warna kulit Suku Tolaki memilki kesamaan dengan ras Mongoloid, di duga berasal dari Asia Timur, mugkin dari Jepang untuk kemudian tersebar ke Selatan melalui Kepulaun Riukyu, Taiwan, Filipina, Sangihe Talaud, pantai Timur Sulawesi sampai ke Sulawesi Tenggara. Ada juga menyatakan bahwa perpindahan pertama berasal dari Yunan (RRC) ke Selatan melalui Filipina, Sulawesi Utara ke pesisir Timur dan Halmahera. Pada saat memasuki daratan Sulawesi Tenggara masuk melalui muara Sungai Lasolo dan Konawe’eha yang dinamakan Andolaki.
                Untuk menjembatani pendapat-pendapat di atas, kiranya perlu juga dikemikakan data arkeologis, apalagi dengan perkembangan ilmu ini yang semakin pesat, terutama dengan pengguanaan metode pertanggalan yang semakin akurat, sehingga upaya merenkontruksi kehidupan masa lalu dapat dilakukan dengan lebih sempurna.
                Suatu rekontruksi mengenai kehidupan pra sejarah telah dilakukan oleh Bellwood (1985). Rekontruksi yang dilakukan itu sangat menarik perhatian, terutama karena analisisnya yang didasari atas bahasa (linguistic) dan data artefak (dalamhal ini carbon dating atas artefak neolitik). Hasil analisis tersebut menghasilkan antara lain rekontruksi tentang persebaran pemakai-pemakai bahasa Austronesia. Dalam rekotruksi tersebut tampak bahwa pemakai bahasa Austronesia mulai menyebar meninggalkan daerah asal ( sekitar Cina Selatan)menuju Taiwan sekitar 4000 SM, sekitar tahun 3000 SM pemakai bahasa ini ada yang berlayar ke Selatan menuju Filipina dan selanjutnya sekitar tahun 2500 SM memasuki Sulawesi  ( Bellwood, 1985 : 120-121).
                Jika mengaju pada rekontruksi yang dilakukan Bellwood tersebut diatas, dapat diduga bahwa kedatangan orang Tolaki didaratan Sulawesi Tenggara ini sekitar tahun 2500 SM atau sesudahnya. Dengan kata lain bahwa mereka itu termasuk dalam kelompok migrant yang menggunakan bahasa Austronesia.
                Bertolak dari uraian-uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa penghuni pertama daerah Kendari dan daratan Sulawesi Tenggara pada umumnya terdiri atas To Laiwoi ( Tokea) yang hingga saat ini datangnya masih sangat gelap. Selanjutnya disusul dengan route Cina Selatan-Taiwan-Filipina-Sulawesi.              
Demikian halnya persebaran hingga memasuki daratan Sulawesi Tenggara, mungkin dapat ditarik suatu garis dari Sulawesi Utara-sulawesi Tengah bagian Timur dan selanjutnya memasuki daratan Sulawesi Tenggara. Ilustrasi tersebut dapat pula diperkuat melalui data artefak (berupa peninggalan neolitik) yang terdapat dimasing-masing tempat. Selain data artefak, ilustrasi tersebut dapat pula diperkuat melalui data bahasa. Dari data yang dapat diperoleh deketahui bahwa beberapa kosa kata dari masing-masing daerah yang memilki persamaan sebutan maupun maknanya. Sebagi contoh; kta ike= alat pemukul kulit kayu, pongasi = minuman yang mengandung alkohol yang bahannya dari beras yang dipermentasi.
(Prof.Dr.H. Rustam E. Tamburaka, M.A. et. Al. “Sejarah Sulawesi Tenggara dan 40 Tahun Sultra Membangun)

               

Baca Selengkapnya ....

Sejarah Terbentuknya Sulawesi Tenggara

Posted by Lucken Balepex Kamis, 26 September 2013 2 komentar



         Celebes Tenggara atau Sulawesi tenggara sebagai suatu istilah geografis telah dikenal beberapa abad yang lalu. Dalam perjanjian antara Sultan Buton Dayanu Ikhsanuddin laelangi dengan Apollonius Schot dari VOC Belanda tanggal 5 januari 1613. Kesultanan Buton disebutkan, terletak di Zuid Oost Celebes atau Sulawesi Tenggara. A Ligtvoet, dalam bukunya: Beschrijving en Geschiedenis Van Buton, 1877 menyebutkan jazirah Sulawesi Tenggara dengan ( Het Zuidoostelijk Schiereiland Van Celebes ). Doctor Paul dan Frits Sarasin, dua bersaudara adalah orang-orang Eropa pertama yang mengunjungi daerah ini menulis dengan buku mereka berjudul “ Reise von der Miengkoka Baai nach Kendari, Zuidoost Celebes “ pada tahun 1903.


         Kemudian H.Van Her Klift seorang pendeta yang pernah tingggal di Mowewe, menulis dua buah buku masing-masing berjudul : “ De Ontwikeling Van het Zendingwerk op Zuil Oost-Celebes (1918)dan yang kedua “ huidege Stand Van het Zeendings op Zuid Oos-Celebes (1925) telah menggunakan istilah atau nama “Sulawesi Tenggara” untuk wilayah ini. Dr.Alb C. Kruyt, pada tahun 1920 pernah mengadakan penelitian di daerah Kolaka dan kendari dan Menulis buku yang berjudul “Een en Ander Over Tolaki van Mekongga ( Zuidoost Celebes ), atau sesuatu tentang orang Tolaki dari Mekongga, Sulawesi Tenggara, 1922. Dr. Johanes Elbert menulis buku “Die Sunda Expedition Jilid I diterbitkan di Frankfurt, 1911; telah menggunakan istilah Sudost-Zipfel Von Celebes artinya wilayah semenanjung Tenggara dari Sulawesi. Tetapi , jauh sebelumnya 1911, yakni tahun 1524-1587 (lebih empat ratus tahu yang lalu) dalam menceritakan tentang kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol di daerah ini, pada waktu itu telah dipergunakan istilah Sudoost Celebes (Sulawesi Tenggara) untuk daerah Buto, Muna dan Pulau sekitarnya serta semenanjung Sulawesi bagian Tenggara, “ Johannes Elbert ”, (1911 : 9-10).

       Hal ini diperkuat oleh A. Ligtvoet dalam bukunya “Beschrijving en Geschiedenis van Boeton, Het Zuidoostlijk Schiereiland Van Celebes”, terbit 1877. “Sulawesi Tenggara” menjadi istilah politik (administrasi pemerintahan) sejak tahun 1938, ketika Afdeling Buton dasn Laiwoi dirubah menjadi Sulawesi Tenggara dengan ibukotanya Bau-Bau.

       Pada awal kemerdekaan Sulawesi Tenggara masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi (Groote Oost) sebagai salah satu provinsi dari 8 (delapan) provinsi yang dibentuk berdasarkan siding Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945 dengan ibukotanya Makassar yang di pimpin seorang Gubernur. Sekitar tahun 1959 diadakan pemekaran menjadi dua provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Utara/Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan/Tenggara. Berdasarkan PP No. 64 tanggal 27 April 1964 daerah Sulawesi Tenggara yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten, yakni Kendari, Kolaka, Buton dan Muna menjadi satu provinsi yakni Sulawesi Tenggara dengan ibukotanya Kendari.

(Prof. DR. H. Rustam Tamburaka, M.A.et. al.  “Sejarah Sulawesi Tenggara & 40 tahun Sultra Membangun” )

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Sejarah Sulawesi Tenggara Dan Budaya Suku Tolaki.

Total Tayangan Halaman